"Stroke dibagi menjadi dua jenis
yaitu stroke iskemik maupun stroke
hemorragik. Sebuah
prognosis hasil sebuah penelitian di Korea
menyatakan bahwa, 75,2% stroke
iskemik diderita oleh kaum pria dengan prevalensi berupa hipertensi, kebiasaan merokok dan konsumsi
alkohol. Berdasarkan sistem TOAST, komposisi terbagi menjadi 20,8% LAAS, 17,4%
LAC, 18,1% CEI, 16,8% UDE dan 26,8% ODE.
Stroke
hemorragik
Dalam stroke hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga
menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di
otak dan merusaknya. Pendarahan dapat terjadi di seluruh bagian otak seperti caudate
putamen; talamus; hipokampus; frontal, parietal, dan occipital
cortex; hipotalamus; area suprakiasmatik; cerebellum;
pons; dan midbrain. Hampir 70 persen kasus stroke
hemorrhagik menyerang penderita hipertensi.
Stroke hemorragik terbagi menjadi
subtipe intracerebral hemorrhage (ICH), subarachnoid hemorrhage cerebral
venous thrombosis, dan spinal cord stroke. ICH lebih
lanjut terbagi menjadi parenchymal hemorrhage, hemorrhagic infarction,
dan punctate hemorrhage. (SAH),
Stroke
iskemik
Dalam stroke iskemik, penyumbatan
bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju ke otak. Darah ke otak
disuplai oleh dua arteria
karotis interna dan dua arteri vertebralis. Arteri-arteri ini merupakan cabang
dari lengkung aorta jantung (arcus aorta).
Sistem
klasifikasi etiologis
Beberapa sistem klasifikasi yang
didasarkan kepada pertimbangan etiologi telah diterapkan kepada stroke
iskemik.Beberapa sistem tersebut gagal mengikuti perkembangan jaman dan tidak
lagi dipergunakan, beberapa sistem yang lain masih dapat diterima oleh sebagian
masyarakat dan dipergunakan dalam lingkup yang terbatas. Berikut adalah sistem
klasifikasi yang paling mutakhir dan paling banyak digunakan.
Sistem
TOAST
Sistem TOAST (bahasa
Inggris: Trial of ORG 10172 in Acute Stroke Treatment) pertama
kali dikembangkan kepada terapi stroke iskemik akut pada awal tahun 1990.
Sistem ini didasarkan kepada sebagian besar fitur klinis namun tetap
mempertimbangkan informasi diagnostik dari CT, MRI, transthoracic
echocardiography, extracranial carotid ultrasonography, dan jika
memungkinkan, cerebral angiography.
Sistem TOAST membagi stroke menjadi 5
subtipe yaitu,large artery atherosclerosis (LAAS), cardiaoembolic infarct (CEI), small artery occlusion/lacunar
infarct (LAC), stroke
of another determined cause/origin (ODE), dan stroke of an undetermined
cause/origin (UDE).
Sistem
CCS
Klasifikasi sistem CCS (bahasa
Inggris: Causative Classification of Stroke System) mirip
dengan sistem TOAST dengan perbedaan dalam subtipe large artery
atherosclerosis dibedakan menjadi occlusive dan stenotic. Sebagai
contoh, penurunan diameter ≥ 50%, atau penurunan diameter <50% disertai plaque
ulceration atau trombosis. Dan subtipe undetermined cause
dibedakan lebih lanjut menjadi unknown, incomplete evaluation, unclassified
stroke (more than one etiology), dan cryptogenic embolism.
Sistem
ASCO
ASCO merupakan akronim dari atherothrombosis, small
vessel disease, cardiac causes, and other uncommon causes. Sistem ASCO
merupakan klasifikasi berdasarkan sistem fenotipe. Tiap fenotipe masih terbagi menjadi
jenjang 0, 1, 2, 3 atau 9. Jenjang 0 berarti disease is completely absent,
1 berarti definitely a potential cause of the index stroke, 2 untuk causality
uncertain dan 3 untuk unlikely a direct cause of the index stroke (but
disease is present), 9 bagi grading is not possible due to insufficient
work-up.
Dalam sistem ini, penderita dapat
dikategorikan menjadi lebih dari satu subtipe etiologis, misalnya, penderita
dengan ateroma karotid yang menyebabkan stenosis 50% dan fibrilasi
atrial dengan aterosklerosis dan emboli kardiak, atau dijabarkan menjadi
seperti A1-S9-C0-O3.
Sistem
UCSD Stroke DataBank
Sistem UCSD mengklasifikan stroke
iskemik menjadi large-vessel stenotic, large-vessel occlusive, Small-vessel
stenotic, small-vessel occlusive, embolic dan unknown
cause. Sedangkan klasifikasi stroke hemorragik terbagi menjadi subtipe yang
sama yaitu tipe intracerebral dan subarachnoid.
Sistem
HCSR
Sistem HCSR (bahasa
Inggris: Harvard Cooperative Stroke Registry) membuat
klasifikasi menjadi subtipe stroke yang disertai trombosis di arteri atau dengan infark
lakunar, cerebral
embolism, intracerebral hematoma, subarachnoid hemorrhage dari
malformasi aneurysm atau arteriovenous.
Sistem
NINCDS Stroke Data Bank
Dalam Stroke Data Bank of the
National Institute of Neurological and Communicative Disorders and Stroke
memklasifikasi menjadi subtipe diagnostik berdasarkan riwayat klinis
penderita, pemeriksaan, test laborat meliputi tomografi, noninvasive vascular imaging,
dan saat memungkinkan dan relevan, angiografi. Dari diagnosa tersebut subtipe infarcts
of undetermined cause (IUC) dapat diklasifikasi ulang menjadi subtipe embolisme idiopatik, stenosis atau trombosis di pembuluh nadi, infark
lakunar, infarksi
superfisial dan sindrom
nonlakunar.
Sistem
lain
Beberapa ahli lain mempertimbangan
klasifikasi berdasarkan fenotipe seperti keberadaan internal
carotid artery plaque, intima-media thickness, leukoaraiosis, cerebral microbleeds (CMB),
atau multiple lacunae.
CMB adalah deposit hemosiderin intraserebral yang terdapat di ruang
pervaskular.Ekspresi CMB sangat tinggi di infark
lakunar dan infark aterotrombotik, dan berekspresi rendah di infarksi
kardioembolik. CMB dan leukoaraiosis sangat berkaitan erat. Hasil prognosis menunjukkan
bahwa CMB ditemukan dalam 47-80% kasus primary intracerebral haemorrhage
dan 0-78% dalam kasus ischaemic cerebrovascular disease.”
Sumber : Klasifikasi Stroke
Tuesday, October 18, 2011
Unknown

Posted in: 

0 comments:
Post a Comment